SEMARANG, suaramerdeka.com – Keberadaan inovasi sosial di Indonesia diketahui dapat menjadi solusi yang efektif dalam menjawab tantangan sosial Indonesia saat ini. Salah satu bentuk inovasi sosial tersebut adalah social enterprise. Social enterprise merupakan kegiatan usaha yang menggunakan strategi komersial dengan fokus mengembangkan kesejahteraan sosial disekitarnya. Oleh karena itu, Kita Pulang hadir untuk mendukung kontribusi pemuda dalam pembaharuan inovasi sosial di Indonesia.

Kita Pulang adalah suatu program bagi pemuda nasional untuk meningkatkan pemahaman akan social enterprise dan membantu dalam membangun social enterprise (wirausaha sosial) berdasarkan masalah sosial yang terangkum dalam 17 tujuan pembangunan berkelanjutan. Delegasi Kita Pulang merupakan pemuda dari seluruh penjuru tanah air yang diharapkan dapat bersama memberikan solusi untuk memantik pergerakan kepemudaan setelah kembali kedaerah asalnya.

Program ini juga berkolaborasi dengan Gmedia, yang mana Gmedia memiliki banyak rekanan yang bisa membantu meramaikan acara ini. Selain itu, program Kita Pulang ini juga selaras dengan komitmen Gmedia untuk memberikan dan membina Future Market dimulai dari kegiatan-kegiatan yang positif.

Mengangkat tema “Penggerak Pemuda dalam Pengembangan Melalui Edukasi: Social Enterprise”, Kita Pulang 2020 sadar akan eratnya hubungan ekonomi dan pendidikan/edukasi. Permasalahan perekonomian rakyat yang apabila dibiarkan akan mengganggu permasalaha sosial dalam sektor lainnya akan mampu diatasi dengan berkembangnya social enterprise di Indonesia.

Untuk itu, perlu diadakan edukasi mengenai social enterprise kepada kaum muda yang akan melanjutkan pergerakan bangsa Indonesia pada masa yang akan datang. Walaupun ditengah pandemi Covid-19, Kita Pulang 2020 tetap berusaha secara maksimal mendukung kontribusi pemuda dengan mengadakan seluruh rangkaian program secara virtual.

Kita Pulang 2020 terbagi dalam tiga rangkaian program yaitu Pre Program, Main Program dan Post Program. Pre-Program, pada rangkaian ini delegasi akan mendapatkan materi mengenai social enterprise, dasar dalam bisnis, kepemimpinan dan cara mendefinisikan masalah sosial. Tujuannya agar para delegasi bisa mendapatkan banyak informasi dan pengetahuan mengenai social enterprise sebelum nantinya menciptakan ide social enterprise.

Pre-program terdiri dari 9 sesi materi dan 1 sesi konsultasi dari pembicara yang kompeten dibidangnya. Pada pre program, semua delegasi dalam kelompok diharuskan melakukan riset, memilih permasalahan dan menyusun ide social enterprise dalam bentuk proposal dan video campaign. Pre-program berlangsung dari September-Oktober 2020.

Rangkaian program dilanjutkan dengan main program yang terdiri dari satu hari pitching dan satu hari acara puncak Kita Pulang 2020 yang disebut Future Sociopreneur Night. Program ini berlangsung pada 6-7 November 2020 secara virtual. Pada pitching day, kelompok delegasi yang telah lolos dalam campaign video akan mendapat kesempatan mempresentasikan idenya didepan para juri.

Acara puncak Kita Pulang 2020 yakni Future Sociopreneur Night terdiri dari opening speech, sesi materi, awarding dan sesi materi penutup oleh yang menghadirkan pembicara utama Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, M.sos (Wakil Walikota Semarang), Drs. Petrus Bono Listiyanto, MM (Kasi Pengembangan Kepemudaan DISPORAPAR Jawa Tengah), Puteri Komarudin (Anggota DPR RI Komisi XI Partai Golkar), dan Angelo Wijaya (Consultant at World Bank Group), serta dimoderatori oleh Laurensia Giustiani (Panitia Program Kita Pulang 2020)

Pada Opening Speech, Ibu Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, M.sos menjelaskan tentang permasalah-permasalahan yang sedang dihadapi di Indonesia. Juga menjelaskan tentang peran pemuda yang sangat strategis dan menentukan bagi masa depan Indonesia, serta menjelaskan tentang bagaimana pemuda sebagai problem solver di era saat ini.

Puteri Komarudin (Anggota DPR RI Komisi XI Partai Golkar) memaparkan mengenai My Contribution to Indonesia. Sharing keuangan komisi 11 DPR RI bermitra dengan badan pemeriksa keuangan. Diharapkan para pemuda dapat memaksimalkan potensi di masa pandemi ini untuk dapat mencapai mimpinya dimasa depan nanti.

“Masyarakat masih banyak yang menganggap anggota DPR itu negatif, yang beranggapan anggota DPR itu pemalas, tugas saya disini yaitu menghilangkan stigma tersebut sehingga DPR RI bisa menjadi lembaga yang benar-benar menyalurkan aspirasi masyarakat dan memperbaiki apa yang seharusnya di perbaiki,” terangnya.

Sedangkan Drs. Petrus Bono Listiyanto, MM (Kasi Pengembangan Kepemudaan DISPORAPAR Jawa Tengah) mengatakan pemuda itu adalah warga negara Indonesia yang memasuki masa perkembangan usia 16-20 tahun. Sebutan pada pemuda ada generasi milenial/generasi Z.

“Generasi Z dengan perannya sebagai sosial control sangat dibutuhkan kehadirannya dengan berbagai macam ide gerakan dan inovasi kegiatan terkait dengan pencegahan atau kampanye promosi kesehatan. Generasi Z dinilai dapat lebih berpikir kritis dalam segala situasi dalam hal ini pemuda dapat bersosialisasi dengan baik, generasi Z lebih adaptif dan inovatif,” ungkapnya.

Mengapa pemuda diperlukan? Karena pemuda masih bersemangat, energik, punya keingin tahuan yang besar. Generasi muda berkaitan dengan bonus demografi jumlah pemuda yang lebih besar hampi 25 persen penduduk Indonesia itu pemuda puncaknya 2030.

“Jumlah pemuda yang banyak itu berguna untuk menggerakkan pembangunan punya kewajiban menerima estafet kepemimpinan,” imbuhnya.

Sementara pada awarding, terdapat tiga kelompok yang terpilih dari delapan kelompok yang berhasil hingga pitching dan dari total 13 kelompok yang telah berhasil melalui tahap hingga video campaign. Time 2 Chill, menjadi kelompok yang memenangkan best social enterprise pada peringkat pertama, Semai Kebaikan pada peringkat kedua dan Bank Sampah Ambon Hijau pada peringkat ketiga. Pemilihan pemenang didapatkan dari hasil penjurian yang sangat objektif.

Angelo Wijaya (Consultant at World Bank Group) dalam kesempatan itu membawakan materi sukses dan berdampak di usia muda. Ini menjadi materi penutup yang sangat insightful bagi delegasi dan semua peserta.

Memberikan contoh tokoh yang bernama Angela Lee Duckworth dia berasal dari Amerika Serikat, Angelo bicara mengenai apa yang menentukan kesuksesan.

“Adalah Grit: passion and perseverance dimana seseorang memiliki stamina, dan keteguhan dalam melakukan passionnya bukan hanya satu hari, satu bulan tetapi bertahun-tahun. Gagal bangkit lagi mencoba lagi gagal itu hal yang bisa asalkan kita selalu mencoba,” kata Angelo.

Naomi sebagai project manager Kita Pulang 2020 dalam sambutannya pada Future Sociopreneur Night berharap Kita Pulang menjadi inspirasi bagi kaum muda.

“Dengan adanya Kita Pulang, kami berharap para pemuda bisa pulang ciptakan inovasi dan buat perubahan didaerahnya masing-masing. Karena rumah kalian butuh kalian” jelasnya.

Rangkaian Program setelah Main Program akan dilanjutkan oleh Post Program sebagai fasilitas yang delegasi dapatkan untuk memaksimalkan social enterprise yang telah dirancang. Delegasi akan diberikan informasi seputar pembelajaran, pelatihan, kompetisi maupun pendanaan yang mampu mendukung social enterprise mereka melalui kegiatan mentoring. Diharapkan delegasi mampu mengembangkan social enterprise yang ada dan mampu memberi dampak positif untuk banyak orang secara berkelanjutan.

Informasi lebih lanjut mengenai Kita Pulang 2020 dapat dilihat di berbagai portal media berikut:

  • https://metrojateng.com/aiesec-in-semarang-selenggarakan-kita-pulang-2020/
  • https://www.hipwee.com/event/kita-pulang-2020/
  • https://www.suaramerdeka.com/regional/semarang/247349-aiesec-semarang-dirikan-platform-pemuda-untuk-social-enterprise
  • https://galeriwisata.id/kita-pulang-program-aiesec-in-semarang-ciptakan-social-enterprise/
  • https://jateng.tribunnews.com/2020/11/20/aiesec-in-semarang-dirikan-platform-untuk-pemuda-terkait-social-enterprise-lewat-kita-pulang-2020
  • https://galeriwisata.id/kita-pulang-program-aiesec-in-semarang-ciptakan-social-enterprise/
×
×

Cart